Selasa, 02 September 2014

MENGAPA ANAK KUCING HARUS DI VAKSIN ULANG


perlukah anak kucing anda di vaksinasi ? tentu saja perlu,dengan segala kontroversinya masih lebih baik jika dilakukan vaksinasi daripada tidak sama skali :)
sesuai dengan panduan vaksinasi memang harus disarankan, sebagai berikut:



  • kucing kecil yang baru berumur kurang dari 6 bulan divaksin tricat 2 kali dengan jarak sekitar 1 bulan. Ini adalah anjuran minimal. Berdasarkan kondisi beberapa tahun belakangan, menurut pendapat pribadi saya,kelihatannya untuk kucing  umur 6 bulan - 1 tahun yang baru pertama kali vaksin, vaksin sekali saja tidak cukup, perlu diulang. . 
  • untuk kucing yang baru berumur lebih dari 1 tahun yang belum pernah divaksin sama sekali, vaksin tricat/tetracat 1 tahun sekali saja cukup, tidak perlu booster sebulan kemudian.
  • untuk kucing yang berumur kurang dari 1 tahun yang belum pernah divaksin rabies, bisa di vaksin rabies minimal setelah berumur 4 bulan, setelah vaksin tricat pertama dan kedua diberikan. Saya pribadi lebih suka memberikan vaksin rabies pada kucing setelah umur 6-7 bulan. Untuk daerah-daerah yang endemik rabies atau sedang wabah rabies seperti Bali, dll, hal ini tidak dianjurkan. Sebaiknya segera berikan vaksin rabies bila memungkinkan.

  • sumber : kucingkita.com

    DAYA PERLINDUNGAN VAKSIN KUCING

         pada akhir-akhir ini banyak terjadi banyak kasus penyakit menular pada kucing yang sudah divaksinasi secara teratur.penyakit yang diharapkan tidak muncul setelah vaksinasi. Feline Rhinotracheitis, Calicivirus dan Feline Panleukopenia adalah tiga penyakit menular pada kucing yang telah tersedia vaksinnya di Indonesia.
        Kucing yang telah divaksinasi secara berkala/teratur, diharapkan terlindungi dari ketiga penyakit tersebut. Walaupun kucing yang sudah divaksinasi  terkena salah satu dari tiga penyakit di atas, biasanya  relatif ringan dan tidak menyebabkan kematian. Beberapa waktu lalu di Jakarta sempat berkembang salah satu dari ketiga penyakit di atas yang banyak menyebabkan kematian pada kucing yang sudah divaksinasi. Para pemilik kucing mulai mempertanyakan kenjadian yang efektivitas dan daya perlindungan vaksin. Bahkan, hal ini menjadi masalah yang cukup ramai diperdebatkan di salah satu klub kucing Indonesia.

    Vaksin kucing yang ada di Indonesia
       Semua vaksin kucing yang telah beredar di seluruh Indonesia, berasal dari luar indonesia. Saat ini ada tiga merk vaksin kucing resmi yang beredar di Indonesia, yaitu :

    1. Leucorifelin, diproduksi oleh Merial (Eropa)
    2. FeloGuard, diproduksi oleh Fort Dodge (Amerika)
    3. Felocell 3, diproduksi oleh Pfizer (Amerika)

         Ketiga vaksin di atas sama-sama memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit menular pada kucing (tricat). Masing-masing vaksin mempunyai kelebihan tersendiri. Mereka terbuat dari strain virus yang berbeda.
         Untuk mengetahui  vaksin yang disuntikkan pada kucing anda, perhatikan label pada buku/kartu vaksinasi yang diberikan dokter hewan pada setiap vaksinasi. Pada lebel tersebut tertera nama produk vaksin  

    Vaksin Kucing Dan Virus Penyebab Penyakit
       pertama saya akan membahas masalah vaksin, kekebalan pada tubuh dan penyakit merupakan hal yang kompleks. Muncul dan tidaknya penyakit pada kucing sangat dipengaruhi beberapa hal. Dari hulu hingga ke hilir, dari produsen hingga ke dokter hewan, saat vaksinasi disuntikan ke kucing, banyak celah yang mungkin mengurangi efektivitas vaksin.

    Pengiriman vaksin dari luar negri ke distributor indonesia
       vaksin pada kucing harus disimpan pada suhu 2-7°C, bila tidak disimpan disuhu 2-7°C vaksin akan rusak. Penyuntikan vaksin yang rusak ibaratkan penyuntik air biasa, bagi kucing tidak ada manfaatnya sama sekali. Setiap produsen dan distributor mempunyai Standar Operating Procedure (SOP) transportasi vaksin yang baik dan ketat. Meskipun kecil, tetap saja kemungkinan vaksin rusak selama produksi atau transport dapat terjadi.

    Dari distributor ke dokter hewan
       Setiap akan mengirim vaksin harus menggunakan pendingin. Vaksin harus tetap berada dalam suhu 2-7°C hingga saat disuntikkan ke kucing. Kemungkinan vaksin rusak selama pengiriman dari distributor ke dokter hewan mungkin terjadi, apalagi bila jaraknya jauh dan suhu lingkungan cukup panas.

    Saat melakukan vaksinasi
       Tugas dokter hewan memastikan kucing yang mau divaksinasi dalam keadaan sehat walafiat. Seminggu sebelum akan vaksinasi sebaiknya kucing sudah diberikan obat cacing. Kucing yang kurang sehat dan cacing menyebabkan pembentukan kekebalan tubuh setelah vaksinasi kurang sempurna, akibatnya perlindungan terhadap penyakit pun tidak sempurna. Selalu pastikan vaksin yang digunakan tidak kadaluarsa. Tanggal kadaluarsa terdapat di label vaksin yang akan ditempelkan dokter hewan anda di buku/kartu vaksinasi.

       Beberapa penjual kucing atau breeder memvaksin kucing mereka sendiri tanpa pengawasan dokter hewan. Hal ini kurang baik, mengingat tidak semua orang mempunyai kemampuan dan teknik menyuntik yang baik serta pengetahuan yang cuckup untuk menentukan kondisi dan kesehatan kucing. Perhatikan tanda tangan dan atau stempel dokter hewan yang tertera pada buku vaksin. Bila hanya ada paraf tanpa nama dokter hewan, anda harus curiga kucing anda di vaksinasi oleh selain dokter hewan.

    Virus penyakit kucing
        Virus adalah mahluk hidup. Seperti mikroorganisme yang lainnya, virus juga terus berkembang dan berevolusi. Virus juga mengalami mutasi yang menyebabkan mereka menjadi kurang berbahaya atau sebaliknya menjadi lebih ganas. Mutasi pada virus tergantung jenis virus itu sendiri. Contohnya, virus flu pada manusia termasuk jenis virus yang sering mengalami mutasi.

       Bisa saja kekebalan tubuh kucing yang telah terbentuk dari vaksinasi, tidak mampu melawan strain virus baru yang memang telah bermutasi menjadi lebih ganas. (drh. Neno WS)

    sumber: kucingkita.com


    Minggu, 31 Agustus 2014

    MENGHENTIKAN KEBIASAAN ANJING MEMAKAN KOTORAN

    Jika kalian pernah membersihkan kotoran anak anjing, kalian akan tahu bahwa ibu mereka biasa membersihkannya dengan cara memakan kotoran anak mereka. Ini bukan hanya sekedar membersihkannya saja, tetapi mekanisme survival (bertahan hidup) alami. di alam liar, predator yang lapar bisa saja menemukan buruannya  dengan mencium aroma kotoran kotoran mereka. Ini begitu penting bagi ibu anjing untuk menyingkirkan aroma dari kotoran ini.biasanya kotoran yang ada di kandang, anak anjing dan anjing dewasa yang berada di dalam kandang selama berjam-jam membuat si anjing penasaran untuk makan kotoran tersebut yang masih berisi beberapa aroma makanan yang sebelumnya mereka makan. Perilaku ini sangat tidak mengenakan jika menjadi kebiasaan.

    Penyebab lainnya adalah pola makan anjing yang buruk. Jika anak anjing atau anjing dewasa yang sedang melakukan diet, secara insting mereka akan mencari-cari sumber makanan lainnya.mungkin bisa makan kotoran di halaman rumah atau kotoran di taman anjing.

    kemudian yang sangat sering terjadi adalah memakan kotoran kucing, masalah yang berbeda dari yang diatas karena kebanyakan anjing suka rasa kotoran kucing. Hal ini kemungkinan besar karena kucing makan makanan yang mengandung unsur daging/ protein yang lebih tinggi daripada makanan pada anjing.

    Untuk mencegah anjing makan kotoran, jaga lingkungan anjing Anda bebas dari kotoran anjing dan kucing. Ambil kotoran dengan segera ! jangan meninggalkan anjing yang punya kebiasaan ini sendirian di halaman atau bebas ditaman untuk waktu yang lama, karena ia akan makan kotorannya dan memperparah kebiasaan ini. 

    Pastikan untuk memberi makanan terbaik dan dalam jumlah yang cukup untuk anjing Anda. Jika ragu soal pencernaannya kurang baik (sehingga aroma kotoran masih berbau makanannya), konsultasikan dengan dokter hewan Anda/pelatih anjing anda tentang hal ini. 

    Kemudian, setiap kali Anda berjalan jalan dengan anjing Anda, biarkan dia mengendus tempat yang bersih (tidak ada kotoran). Anda yang memutuskan kapan dia bisa buang air besar atau buang air kecil.

    Terakhir, jika Anda juga memiliki kucing , pastikan kotak pasir kotorannya tidak dapat diakses oleh anjing anda.

    sumber: anjingkita.com

    Categories:

    PENANGANAN KUTU PADA ANJING


    kutuan adalah Salah satu parasit luar  pada anjing yang mungkin anda anggap ini hal sepele, tetapi jika penyakit kutuan ini sudah kronis akan mengakibatkan sakit yang amat sangat serius. Parasit tersebut tumbuh dan hidup di sekitar kulit serta di dalam rambut anjing, di samping itu penyakit menyerang kulit anjing dimana darah anjing akan dihisap terus menerus dan sebagai makanan lezat dari kutu. Keadaan ini jika didiamkan berlarut-larut tanpa ada penanganan yang serius  maka kutu akan tumbuh dengan cepat serta meghisap darah sehingga hari demi hari darah anjing akan berkurang secara signifikan yang mengakibatkan kekebalan anjing terhadap Penyakit menurun drastis.

    Penyebab anjing kutuan :

    1. Kutu jenis tertentu yang menyerang anjing (Linognathus setosus, Trichodectes canis)
    2. Faktor penyebab karena lingkungan dari kandang anjing dan di sekitarnya sangat kotor
    3. dapat jugaTertular dari anjing lain yang terserang kutu dan peralatan yang tercemar kutu (pada waktu grooming, bermain, lomba, dll)
    Gejala yang ditimbulkan :
    1. Anjing anda merasa tidak nyaman, dan sering menggaruk-garuk sekitar kulit/rambut di tubuhnya
    2. Seringkali banyak dijumpai kutu dan telur kutu pada rambut anjing anda
    3. Banyak ketombe, luka garukan sekitar kulit tubuh anjing anda
    4. bulu menjadi rontok di sekitar tubuhnya, biasanya daerah telinga, leher, bahu, sekitar anus, paha
    5. Anjing anda merasa lesu karena darah berkurang
    Diagnosa Penyakit yang harus dilakukan :
    1. cara paling mudah yang anda lakukan dengan cara pemeriksaan fisik inspeksi/melihat dan palpasi/meraba kutu dan telur kutu yang menempel di rambut maupun kulitnya
    Pengobatan yang harus dilakukan :
    1. mandikan anjing anda secara teratur dengan shampoo anti kutu
    2. Berikan anjing anda obat kutu secara teratur
    3. Semprot kandang anjing anda dan lingkungan kandang yang tercemar kutu
    Pencegahan yang harus dilakukan :
    1. Jagalah kebersihan kandang anjing anda dan lingkungan rumah anda
    2. mandikan anjing anda secara teratur kira-kira 1 atau 2 minggu sekali
    3. Jika anjing anda akan di bawa ke salon, pilih salon yang benar-benar bersih menggunakan alat grooming
    4. Jangan mencampur anatara anjing sehat dengan anjing kutuan
    5. Pisahkan anjing yang sudah  terserang kutu di kandang isolasi dan lakukan pengobatan secara intensif
    Sumber: anjingkita.com

    Categories:
    Diberdayakan oleh Blogger.